PAD “Dihancurkan” Pencurian Hasil Laut

MABA-Akibat aksi-aksi illegal seperti pencurian ikan dan hasil laut lainnya, mempengaruhi nihilnya kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

“Penangkapan secara illegal ini marak terjadi dan sudah berlangsung lama. Selain itu, tindakan tersebut juga menguras potensi sumber daya laut secara siginifikan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Haltim, Asmar Hi Daud Spi MSi, Jumat (17/2/2017) siang.

Dikatakannya, pihak telah mendeteksi lokasi aksi-aksi yang dilakukan pengemplang hasil laut itu. Salah satunya yakni pembelian hasil ikan teri di desa Saramaake, kecamatan Wasile Selatan yang tidak membayar retribusi bagi daerah.

“Hal yang sama kini kembali terulang di perairan Jara jara, kecamatan Maba Utara. Dan aksi penangkapan ikan ini masih terus terjadi. Perairan di kecamatan itu memang salah satu yang sulit diakses baik melalui akses jalan darat maupun laut. Bahkan daerah tersebut belum ada sambungan telpon,” aku Asmar.

Asmar pun menghimbau pihak-pihak yang diwajibkan agar menaati aturan untuk menyetorkan kewajibannya bagi daerah sebagaimana diamanatkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Izin Retribusi Perikanan.

“Kami tidak lagi tolerir dengan aksi-aksi melanggar hukum. Bagi kami, dua tahun cukup untuk sosialisasi aturan tersebut. Jika masih melanggar akan kami tindak,” tegasnya. (dkp)