Bupati Harap Pendidikan Gratis Bagi SLTA Tetap Ada

MABA-Semenjak menjadi Bupati Halmahera Timur (Haltim) di periode pertamanya pada 2010 lalu, H Rudy Erawan SE MSi telah membuat kebijakan untuk membebaskan siswa-siswa PAUD hingga SLTA sederajat dari segala biaya pendidikannya. Namun, semenjak status pendidikan SLTA sederajat dialihkan menjadi kewenangan pemerintah provinsi (tidak lagi di kabupaten dan kota), tak pelak membuat orang nomor satu di Pemkab Haltim itu pun ikut resah.

Bupati pun khawatir dengan pengalihan status SLTA sederat ke Pemrov ini, berdampak buruk bagi para siswa-siswi yang orang tuanya tidak mampu. Bupati pun menitipkan pesan agar tidak ada pungutan apapun, seperti yang pernah dilakukan oleh Pemkab Haltim.

“Saya tidak mau anak-anak saya putus sekolah. Saya sudah minta pendapat ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Malut) agar Pemda dapat anggarkan sehingga tidak ada pungutan. Tapi hal itu tidak bisa direalisasi karena ini sudah menjadi aturan dari pusat,” ucap Bupati Haltim saat memberi di sambutan sebelum meresmikan USB SMP Negeri 12 Haltim di Desa Dodaga, kecamatan Wasile Timur, Kamis (2/3/2017) siang.

Selain para siswa, Bupati menyentil nasib para guru honorer untuk SMA sederat yang telah diambil alih oleh Pemprov Malut. Bupati bahkan berjanji dari 567 orang guru honorer yang sudah didata oleh Dinas Pendidikan, akan segera diangkat menjadi honorer daerah.

“Untuk guru honorer tidak usah khawatir. Uang untuk pembayaran gaji sudah ada. Tinggal saya tandatangani saja SK-nya. Sementara untuk guru bantu SMA, saya juga akan koordinasikan dengan BPK jika bisa nanti Pemda berikan honor juga,” tandasnya. (abi/fdj)