Kecamatan Kota Maba

SEBAGAI ibukota kabupaten atau pusat dari aktivitas pemerintahan kabupaten Halmahera Timur, kecamatan Kota Maba memiliki luas 835,71 Km bujur sangkar dengan sejumlah pulau kecil antara lain Mobon, To, Mabuli, Misluwi Kecil, Misluwi Besar, Mlowos, Gifao, Mow, Pakal, Baiboko, Bangul Kecil, Bangul Besar, dan Bonnyos. Beribukota di desa Maba Sangaji yang berjarak sekitar 1,32 Km dari pusat perkantoran Pemerintahan Haltim, Kota Maba sendiri hanya terdiri dari enam desa dimana lima lainnya yakni Soagimalaha, Wailukum, Tewil, Soa Sangaji dan Soa Laipoh.

Secara geografis letak Kecamatan Kota Maba berada pada, 0037’25”-0055’10” Lintang Utara dan 120’057’45”-128’27’20” bujur timur.

Kecamatan Kota Maba memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Maba
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Wasile Selatan
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Maba Selatan

Jarak dari desa ke Ibukota Kecamatan dari 0 sampai 26 Km. Jarak yang paling jauh dari Ibukota Kecamatan yaitu desa Soa Laipoh dan Soasangaji, masing 26 Km dan 25,8 Km. sebagai bagian dari ibukota pemerintahan kabupaten Halmahera Timur, aksessebilitas sangat lancar dan progress pembangunan di kecamatan Kota Maba lebih cepat dibandingkan dengan kecamatan lain.

Berdasarkan data kependudukan, jumlah penduduk kecamatan Kota Maba saat ini berjumlah 7.116 jiwa (3.633 laki-laki dan 3.453 perempuan) dengan rasio kepadatan 9,20 per kilometernya atau 119 dalam rasio jenis kelamin. Penduduk kecamatan Kota Maba mayoritasnya menganut agama Islam yang mencapai 92,41 persen. Sisanya 7,51 persen adalah pemeluk agama Kristen Protestan dan 0,04 % beragama Katholik. Jumlah tempat ibadah sebanyak 12 tempat ibadah yang terdiri dari enam masjid (dengan Masjid Iqra sebagai mesjid Agung Kabupaten), lima mushallah dan dua gereja.

Sebagai ibukota pemerintahan, geliat ekonomi di kota Maba sendiri berjalan cukup baik. Kota Maba memang tidak se-“gemerlap” ibukota kabupaten lain di Maluku Utara, seperti Ternate, Tobelo, Jailolo, Bacan, atau bahkan bahkan “tetangganya” Buli. Namun seiring waktu, dimana laju pertumbuhan penduduk dan roda perekonomian yang terus bergerak naik per tahunnya, Kota Maba diyakini akan lebih baik dari sekedar pusat pemerintahan Halmahera Timur.

Sarana pendidikan di kota Maba sendiri terbilang cukup terpenuhi. Untuk menunjang program pendidikan gratis bagi siswa SD hingga SLTA demi peningkatan kualitas SDM yang diterapkan Bupati H Rudy Erawan SE MSi dan Wakilnya Ir Muh Din, di Kota Maba sendiri terdapat kurang lebih lima SD, empat SMP, satu SMA, satu SMK. Termasuk juga keberadaan satu rumah sakit, dua Puskesmas, satu Pustu, serta satu Pusdes sebagai sarana penunjang pemenuhan kesehatan yang biaya berobatnya digratiskan pemerintah. ***