Kecamatan Maba Selatan

KECAMATAN Maba Selatan memiliki luas 485,51 Km bujursangkar (delapan persen untuk keseluruhan Haltim), dengan luas terbesarnya di daratan Halmahera dengan sejumlah gugusan pulau antara lain Mou, Mlaus, Mislui Kecil, Mislui Besar, Belingsuli Kecil, Belingsuli Besar, Mabuli, Gifao, Pakal, Fo, Maba, Sain, Lelief, Plum, Mia, Woor, Woto, Cef, Inggela, Sil, dan Jiew.

Beribukota di desa Bicoli yang berjarak sekitar 34 Km dari ibukota Haltim, Maba Selatan sendiri terdiri dari sembilan desa dimana delapan desa lainnya yakni Gotowasi, Kasuba, Loleolamo, Petelei, Waci, Momole, Sil dan Sowoli. Tiga nama yang disebutkan terakhir merupakan desa yang baru dimekarkan pada akhir 2012 lalu.

Sejak diresmikan sebagai kecamatan pada 2003, telah ada 7 pejabat yang menjabat Camat di Maba Selatan yakni Guntur Marsaoli (2003-2005), Toto Sukanto (2005-2007), Abdurahman Muksin (2007-2009), Dahlan Kamuk (2009-2010), Sukardi Wahae (2010-2013), Rasid Latawan (2013-2014) dan sejak 2014 sampai sekarang dijabat Awaluddin Tajuddin ST.

Berdasarkan data kependudukan 2016 lalu, jumlah penduduk kecamatan Maba Selatan mencapai 8.747 jiwa (terdiri 4,760 laki-laki dan 3.987 perempuan) dengan rasio kepadatan 12 per kilometernya. Maba Selatan sendiri mengoleksi laju pertumbuhan penduduk yang diprediksi mencapai 2,5 per tahunnya. Penduduk Maba Selatan sendiri merupakan mayoritas 100 persen beragama Islam.

Untuk sarana pendidikannya, di Maba Selatan sendiri terdapat kurang lebih delapan SD, satu Madrasah Ibtidaiyah, tiga SMP, satu MTs, dua SMA, satu Madrasah Aliyah serta dua Puskesmas, satu Pustu, dua Polindes, serta satu Poskesdes, dimana terdapat lima dokter yang bertugas untuk melayani kebutuhan kesehatan warganya dan juga delapan pos klinik KB.

Kecamatan Maba Selatan juga merupakan daerah penghasil kelapa dengan luas sebesar 1,460 hektar yang menghasilkan menghasilkan rata-rata 1.159 ton kopra per tahunnya, 5,4 ton cengkeh, 90 ton pala, 1.248 ton sagu, 28 ton jagung, 78 ton ubi kayu (singkong), serta sayur-sayuran palawija serta buah-buahan.

Keunggulan lain dari potensi di Maba Selatan adalah sektor perikanan dimana kecamatan tersebut menghasilkan rata-rata 5.113,35 ton perikanan laut (tangkap) per tahunnya. Selain pengembangan kawasan pariwisata bahari di pulau-pulau di kecamatan tersebut yang bisa dijadikan sektor andalan kedepannya termasuk beragam objek seperti makam Sultan Jainal Abidin, kuburan tua Nuraini, rumah adat Mamole Mancabo, goa Bicoli, pantai Bicoli, rumah adat Lolos Kabil, air terjun Cibicebi, pantai Taim, air terjun Ngosngone, goa Wiwowos Gowo, kuburan Matakena dan pantai Tapalo serta pulau Sil.

Di Maba Selatan sendiri terdapat 87 perusahaan dengan 32 sektor industri pertanian serta 14 CV dan firma termasuk 11 koperasi dan 26 UMKM untuk menggerakan roda perekonomian di kecamatan itu.

Maba Selatan juga memiliki luas hutan lindung yakni 517 hektar, 13.442,4 hektar hutan produksi tetap serta 18.571,7 hektar hutan produksi terbatas. Total luas hutan di kecamatan Maba Selatan sendiri 47.721,8 hektar. ***