Kecamatan Maba Tengah

KECAMATAN Maba Tengah memiliki luas 527,68 kilometer bujursangkar (delapan persen untuk keseluruhan Haltim), dengan luas keseluruhannya di daratan pulau Halmahera. Secara geografis, kecamatan Maba Tengah berbatasan dengan kecamatan Maba Utara (utara), kecamatan Maba (selatan), kecamatan Wasile (barat) dan dengan samudera Pasifik di sebelah timurnya.

Beribukota di desa Wayamli yang berjarak sekitar 85,82 Km dari ibukota Pemkab Haltim, kecamatan Maba Tengah sendiri terdiri dari 12 desa dimana 11 desa lainnya yakni Bebsili, Marasipno, Bangul, Miaf, Maratana Jaya, Dorolamo Jaya, Beringin Lamo, Yawanli, Gaifoli, Babasaram dan Tatangapu. Dua nama yang disebutkan terakhir merupakan desa yang baru dimekarkan pada 2012 lalu.

Kecamatan Maba Tengah terdiri dari beberapa unsur Pemerintahan antara lain Kantor Camat Maba Tengah, Koordinator Pengawas, UPTD Kesehatan, BP3K,  Danpos, dan Pospol. Semenjak dimekarkan pada 2003, sudah ada tiga camat yang memimpin kecamatan Maba Tengah yakni Din Adjision SP MM (2003-2010), (Alm) Latani Ramalan SE (2010-203) dan Badalan Uwat SPd yang menjabat sejak 2013 hingga sekarang.

Berdasarkan data kependudukan tahun 2016, jumlah penduduknya mencapai 10.384 jiwa (5.392 laki-laki dan 4.992 perempuan) dengan rasio kepadatan sembilan per kilometernya. Dari data yang diambil dapat diketahui bahwa jumlah penduduk yang beragama Islam sebanyak 73,3 persen, Kristen Protestan sebanyak 26,6 persen dan Katholik sebesar 0,15 persen.

Untuk sarana pendidikannya, di Maba Tengah sendiri terdapat kurang lebih sembilan SD, empat SMP, satu MTs, dua SMA, satu Madrasah Aliyah serta dua Puskesmas, lima Pustu, serta dua Poskesdes, dimana terdapat tiga dokter yang bertugas untuk melayani kebutuhan kesehatan warganya dan juga 10 pos klinik KB.

Keunggulan dari potensi di Maba Tengah adalah penghasil pangan berupa beras dari 356 hektar lahan sawah dan 1.040 hektar lahan bukan sawah yang luas totalnya 1.396 hektar dan menghasilkan rata-rata 700 ton per tahunnya. Maba juga merupakan penghasil palawija berupa Jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, bawang merah, cabai, sayuran serta buah-buahan, termasuk pemasok produsen ternak sapi potong dan kambing namun minim di sektor perikanan yang hanya mampu memproduksi rata-rata 98,9 ton ikan laut per tahunnya.

Maba Tengah juga memiliki 10.344,7 hektar luas hutan suaka dan pelestarian alam, 10.270 hektar hutan produksi terbatas, 23.080,6 hektar hutan produksi tetap, 13.079,2 hektar hutan produksi yang dapat dikonversi dengan total luas hutan 42.774,5 hektar. Di Maba Tengah bisa disaksikan rumah adat Madalamo serta pantai Wayamli yang memang tak kalah indahnya sebagai sektor pariwisatanya. ***