Kecamatan Maba

DARI 10 kecamatan di kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maba bisa dibilang sebagai kecamatan yang sedikit terdepan dalam pertumbuhan ekonominya. Bahkan, jika Kota Maba adalah ibukota pemerintahan, maka Mabalah pusat ekonominya Haltim. Memiliki luas 408,50 Km bujursangkar (enam persen untuk keseluruhan Haltim), dengan luas terbesarnya di daratan Halmahera dengan sejumlah pulau antara lain Gee, So dan Batuso.

Beribukota di desa Buli yang berjarak sekitar 46,66 Km dari ibukota Haltim, Maba sendiri terdiri dari 10 desa dimana sembilan desa lainnya yakni Buli Asal, Buli Karya, Wayafli, Geltoli, Sailal, Pekaulan, Teluk Buli, Gamesan dan Baburino. Tiga nama yang disebutkan terakhir merupakan desa yang baru dimekarkan pada akhir 2012 lalu. Saat ini kecamatan Maba dipimpin camat Ailen Goeslaw.

Berdasarkan data statistik tahun 2016, jumlah penduduknya adalah yang terbesar di Haltim yang mencapai 12.816 jiwa (6.709 laki-laki dan 6.107 perempuan) dengan rasio kepadatan 12 per kilometernya. Laju pertumbuhan penduduk dan yang terus bergerak naik per tahunnya, menjadikan Maba sebagai salah satu daerah dengan kepadatan populasi terbesar.

Sebagai pusat sentra ekonomi di Haltim, Maba (tepatnya Buli) memang hampir memiliki segala fasilitas perekonomiannya. Bahkan, salah satu instansi vertikal yakni Polres Haltim masih menjadikan daerah itu sebagai lokasi markasnya (penempatan personil pun terbesar yakni 205), selain PT Pos Indonesia. Beragam fasilitas perbankan, memiliki pasar yang cukup representatif, pertokoan yang tumbuh subur, belum lagi banyak dijadikan sebagai mess dari sejumlah perusahaan tambang, menempatkan kecamatan Maba pole position dalam urusan bisnis.

Terdapat kurang lebih 114 perusahaan yang berdiam di kecamatan ini. Jumlah tersebut adalah yang terbesar dengan presentasi 21,80 dari 523 perusahaan yang tersebar di seluruh Haltim dimana 42 diantaranya adalah perusahaan industri. 47 persen pedagang skala besar pun terdapat di kecamatan ini. Aktivitas ekspor di Buli sendiri tercatat mencapai 7.408.492 pada 2011 lalu. Begitupun aktivitas bandara (yang merupakan satu-satunya di kabupaten ini) yang terus bergerak naik per tahunnya.

Kecamatan Maba juga merupakan daerah dengan luas hutan lindung terbesar se-Haltim yakni 49.589 hektar. Memiliki luas 10.235,8 hektar hutan suaka dan pelestarian alam serta 31.014,6 hutan produksi terbatas. Total luas hutan di kecamatan Maba sendiri 81.103,2 hektar yang merupakan terbesar ketiga setelah kecamatan Wasile Utara dan Maba Utara. ***