Kecamatan Wasile Selatan

DARI 10 kecamatan yang ada di kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Wasile Selatan adalah daerah dengan luas wilayah terbesar dibanding sembilan kecamatan lainnya. Memiliki luas 1.377,61 Km bujursangkar (21 persen untuk keseluruhan Haltim), dengan luas terbesarnya di daratan Halmahera termasuk sejumlah pulau antara lain Kuso, Roni, Tanjo Pende, Timlonga, Bayoni, dan Boki Mibok.

Berdasarkan posisi geografisnya, Kecamatan Wasile Selatan memiliki batas-batas sebelah utara berbatasan dengan Teluk Kao, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Halteng, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Halbar, dan sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Kota Maba.

Kecamatan Wasile Selatan secara geografis dengan letak astronomi berada di garis ekuador, memiliki iklim tropis, yang hanya memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Pengamatan keadaan cuaca dilakukan di Stasiun obserivasi Ternate, sehingga data yang diperoleh merupakan keadaan cuaca di Ternate yang digunakan untuk pendekatan pemantauan cuaca di Wasile Selatan (Halmahera Timur). Hasil dari pemantauan cuaca di Stasiun Observasi merupakan gambaran bagi masyarakat kecamatan Wasile Selatan dalam melakukan aktivitas, terutama bercocok tanam bagi para petani dan nelayan untuk melaut  dengan luas 1.377,61 Km2.

Beribukota di desa Nusa Jaya, yang berjarak sekitar 159,04 Km dari ibukota Pemerintahan Kabupaten Haltim. Wasile Selatan sendiri terdiri dari 24 desa dimana 23 desa lainnya yakni Nusa Ambu, Sondo-sondo, Talaga Jaya, Pintatu, Minamin, Saramaake, Wasile, Fayaul, Loleba, Waijoi, Yawal, Binagara, Ake Jawi, Ino Jaya, Nanas, Tabanalou, Tomares, Saolat, Bukutio, Jikomoi, Ekorino, Ekor, dan Tanure. Sebelumnya pada 2012, hanya terdapat 14 desa yang kemudian mencapai angka 24 setelah dimekarnya 10 desa baru.

Sejak Kabupaten Halmahera Timur dimekarkan dimana diikuti pemekaran kecamatan Wasile Selatan, telah memiliki empat orang camat yakni, Drs Samsudin Kadir (2003-2005), Drs Yusuf Abdullah (2005-2007), Muksin Mustafa SE MSi (2007-2010) dan yang saat ini dijabat Talha Malaka SH sejak 2010.

Berdasarkan data kependudukan tahun 2016, jumlah penduduk kecamatan Wasile Selatan mencapai 8.292 jiwa (4.339 laki-laki dan 3.953 perempuan) dengan rasio kepadatan 8,41 per kilometernya. Laju pertumbuhan penduduk dan yang terus bergerak naik per tahunnya, menjadikan Wasile Selatan sebagai daerah dengan kepadatan populasi dan luas wilayah terbesar.

Untuk sarana pendidikannya, di Wasile Selatan sendiri terdapat kurang lebih 18 SD, 10 SMP, satu MTs, satu SMA, dua SMK serta dua Puskesmas, empat Pustu, tiga Polindes, serta empat Poskesdes, dimana terdapat dua dokter yang bertugas untuk melayani kebutuhan kesehatan warganya dan juga 14 pos klinik KB.

Kecamatan Wasile Selatan juga merupakan daerah penghasil beras dengan luas lahan sawah sebesar 215 hektar dan lahan pertanian bukan sawah sebesar 1.256 hektar yang menghasilkan menghasilkan rata-rata 756 ton padi per tahunnya, 70 ton jagung, 119 ton ubi kayu (singkong), 1.180 ton kacang-kacangan (kacang tanah, kedelai dan kacang hijau), 14,83 ton bawang merah, serta sayur-sayuran palawija serta buah-buahan.

Wasile Selatan juga memiliki luas hutan lindung yakni 33.957,4 hektar, 10.235,8 7.981,9 hektar hutan suaka dan pelestarian alam serta 51.027,4 hektar hutan produksi terbatas. Total luas hutan di kecamatan Wasile Selatan sendiri 109.002,3 hektar. ***