Kecamatan Wasile Timur

KECAMATAN Wasile Timur memiliki luas 318,40 kilometer bujursangkar (lima persen untuk keseluruhan Haltim), dengan luas keseluruhan di daratan Halmahera. Secara administratif, kecamatan Wasile Timur memiliki batas wilayah dengan kecamatan Wasile Tengah di sebelah utara, dengan kecamatan Wasile di sisi selatan, dengan teluk Wasile di sisi barat, serta dengan kecamatan Wasile Tengah dan Wasile di bagian timurnya.

Beribukota di desa Dodaga yang berjarak sekitar 87,70 Km dari ibukota Pemkab Haltim. Wasile Timur sendiri terdiri dari delapan desa dimana tujuh desa lainnya yakni Akedaga, Dakaino, Toboino, Woka Jaya, Tutuling Jaya, Rawamangun, dan Sidomulyo. Dua nama terakhir merupakan desa yang baru dimekarkan di kecamatan yang saat ini dipimpin Camat Ali Sodikin, S.Pd.i.

Berdasarkan data kependudukan tahun 2016, jumlah penduduknya mencapai 11.381 jiwa (6.075 laki-laki dan 5.306 perempuan) dengan rasio kepadatan tujuh per kilometernya.

Untuk sarana pendidikannya, di Wasile Timur sendiri terdapat kurang lebih sembilan SD, empat SMP, satu Madrasah Tsanawiyah, dua SMA, satu SMK dan satu Madrasah Aliyah, serta satu Puskesmas, satu Pustu, dua Polindes, empat Poskesdes, dan sembilan Posyandu, dimana terdapat empat dokter yang bertugas untuk melayani kebutuhan kesehatan warganya dan juga tujuh pos klinik KB.

Keunggulan dari potensi di Wasile Timur adalah penghasil pangan berupa beras dari diatas lahan persawahan seluas 1.581 hektar (belum termasuk 172 hektar lahan bukan sawah) yang menghasilkan rata-rata enam ribuan ton beras per tahunnya. Itu belum termasuk jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan serta buah-buahan, dan hasil-hasil perkebunan lainnya seperti kelapa, kopi, kakau, cengkeh, sagu dan enau.

Wasile Timur termasuk produsen ternak sapi potong, kambing dan unggas juga pemasok di sektor perikanan yang mampu memproduksi rata-rata 213,86 ton ikan baik segar maupun hasil pengasapan per tahunnya. Wasile Timur juga memiliki total luas hutas sebesar 11.162,2 hektar yang terdiri dari hektar 1.286,9 hutan lindung, 6.247,3 hektar hutan produksi terbatas, dan 3.628 hektar hutan produksi yang dapat dikonversi.

Pertumbuhan ekonomi di daerah ini terbilang cukup signifikan dimana banyak bertumbuh usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang jumlahnya terbesar dari sembilan kecamatan lainnya di Haltim. Jumlah kendaraan pun salah satu yang tertinggi yang beroperasi dan menjadi milik warga setempat baik roda dua maupun empat. Sebagai centra jalur lintas Haltim dan pintu gerbang Haltim menuju kawasan lainnya di teluk Kao, Wasile Timur memang cukup memiliki peran strategis. Buktinya, disitu juga dibangun satu dermaga feri sebagai pintu masuk keluar menuju kabupaten sekitar seperti Halmahera Utara.

Di sektor pariwisata, Wasile Timur yang umumnya didominasi warga pendatang potensi agro wisata seperti areal persawahan, lalu ada pantai Subaim serta bendungan Batu Raja. Selain itu, di daerah ini terdapat juga kelompok penari Jaipong dan Kuda Lumping. ***