Kecamatan Wasile Utara

KECAMATAN Wasile Utara memiliki luas 694,59 kilometer bujursangkar (11 persen untuk keseluruhan Haltim), dengan sebagian besar wilayah di daratan pulau Halmahera dan sejumlah pulau lainnya seperti Ake Salaka, Lambie, Tamo-tamo, Burung, dan Lambu. Secara geografis, kecamatan Wasile Utara memiliki batas wilayah administrasi dengan laut Halmahera (utara), kecamatan Wasile Tengah (selatan), lautan Pasific di sebelah timur serta kecamatan Maba Utara di bagian baratnya.

Beribukota di desa Labi-labi yang berjarak sekitar 157,04 Km dari ibukota Pemkab Haltim. Wasile Utara sendiri terdiri dari enam desa dimana lima desa lainnya yakni Iga, Helaitetor, Tatam, Bololo, dan Marimoi. Semenjak dimekarkan pada tahun 2006, Kecamatan Wasile Utara sudah empat kali berganti camat. Camat pertama kali dijabat oleh Amin Ambeua SH (2006-2008), Doraino Horari, SH (2008-2010), Yerekmial Kolong (2010-2015) dan sejak Maret 2016 lalu, camat Wasile Utara dijabat Rickho Yudolf Hendry Debeturu.

Berdasarkan data kependudukan tahun 2016, jumlah penduduk kecamatan Wasile Utara mencapai 5.557 jiwa (2.816 laki-laki dan 2.741 perempuan) dengan rasio kepadatan 6,26 per kilometernya yang merupakan angka terendah dari seluruh kecamatan di Halmahera Timur.

Untuk sarana pendidikannya, di Wasile Utara sendiri terdapat kurang lebih tujuh SD, tiga SMP, satu Madrasah Tsanawiyah, satu SMA, serta satu Puskesmas, dua Pustu, dua Polindes, satu Poskesdes, dan enam Posyandu, dimana terdapat satu dokter yang bertugas untuk melayani kebutuhan kesehatan warganya dan juga tujuh pos klinik KB.

Keunggulan dari potensi di Wasile Utara adalah penghasil pangan berupa jagung. Itu belum termasuk umbi-umbian, dan kacang-kacangan serta buah-buahan, dan hasil-hasil perkebunan lainnya. Wasile Utara termasuk produsen ternak sapi potong, kambing, babi dan unggas juga pemasok di sektor perikanan yang mampu memproduksi rata-rata 440,40 ton ikan baik segar maupun hasil pengasapan per tahunnya.

Wasile Utara juga memiliki total luas hutan sebesar 83.720,4 hektar (terbesar kedua setelah Wasile Selatan) yang terdiri dari 1.164,9 hektar hutan lindung, 35.986,5 hektar hutan suaka pelestarian alam, 24.423,8 hektar hutan produksi terbatas, 12.582,2 hektar hutan produksi tetap dan 9.563,9 hektar hutan produksi yang dapat dikonversi. Di sektor pariwisata, Wasile Utara memiliki pantai Iga dan pantai Hilaitetor yang memiliki pesona eksotisme. ***