Kecamatan Wasile

KECAMATAN Wasile memiliki luas 483,95 kilometer bujursangkar (tujuh persen untuk keseluruhan Haltim), dengan luas keseluruhan di daratan Halmahera. Beribukota di desa Cemara Jaya yang berjarak sekitar 98,37 Km dari ibukota Pemkab Haltim. Wasile sendiri terdiri dari tujuh desa dimana enam desa lainnya yakni Gulapapo, Subaim, Batu Raja, Bumi Restu, dan Mekar Sari dan Waisuba. Nama terakhir merupakan desa yang baru dimekarkan di kecamatan yang saat ini dipimpin camat Abdurachman Sarjan sejak 2015 lalu.

Berdasarkan data kependudukan tahun 2015, jumlah penduduknya mencapai 11.381 jiwa (6.075 laki-laki dan 5.306 perempuan) dengan rasio kepadatan 9 per kilometernya.

Untuk sarana pendidikannya, di Wasile sendiri terdapat kurang lebih delapan SD, satu Madrasah Ibtidaiyah, tiga SMP, tiga Madrasah Tsanawiyah, dua SMA, dan satu Madrasah Aliyah, serta satu Puskesmas, satu Polindes, satu Poskesdes, dan sembilan Posyandu, dimana terdapat empat dokter yang bertugas untuk melayani kebutuhan kesehatan warganya dan juga tujuh pos klinik KB.

Keunggulan dari potensi di Wasile adalah penghasil pangan berupa beras dari diatas lahan persawahan seluas 1.581 hektar (belum termasuk 172 hektar lahan bukan sawah) yang menghasilkan rata-rata enam ribuan ton beras per tahunnya. Itu belum termasuk jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan serta buah-buahan, dan hasil-hasil perkebunan lainnya seperti kelapa, kopi, kakau, cengkeh, sagu dan enau.

Wasile termasuk produsen ternak sapi potong, kambing dan unggas juga pemasok di sektor perikanan yang mampu memproduksi rata-rata 213,86 ton ikan baik segar maupun hasil pengasapan per tahunnya. Wasile juga memiliki total luas hutas sebesar 11.162,2 hektar yang terdiri dari hektar 1.286,9 hutan lindung, 6.247,3 hektar hutan produksi terbatas, dan 3.628 hektar hutan produksi yang dapat dikonversi.

Pertumbuhan ekonomi di daerah ini terbilang cukup signifikan dimana banyak bertumbuh usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang jumlahnya terbesar dari sembilan kecamatan lainnya di Haltim. Jumlah kendaraan pun salah satu yang tertinggi yang beroperasi dan menjadi milik warga setempat baik roda dua maupun empat. Sebagai centra jalur lintas Haltim dan pintu gerbang Haltim menuju kawasan lainnya di teluk Kao, Wasile memang cukup memiliki peran strategis. Buktinya, disitu juga dibangun satu dermaga feri sebagai pintu masuk keluar menuju kabupaten sekitar seperti Halmahera Utara.

Di sektor pariwisata, Wasile yang umumnya didominasi warga pendatang potensi agro wisata seperti areal persawahan, lalu ada pantai Subaim serta bendungan Batu Raja. Selain itu, di daerah ini terdapat juga kelompok penari Jaipong dan Kuda Lumping. ***