RENCANA KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN JOKOWI DI HALTIM

RENCANA KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN JOKOWI DI HALTIM

Haltimkab.go.id - Rencana Kunjungan Kerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, diagendakan pada jum’at 16/09/2022 pekan ini, agenda ini telah disepakati bersama kepala sekretariat istana negara, Heru Budi Hartono, dalam rapat persiapan Kunker, via meeting zoom pada, senin 12/09/2022 pukul 15.30 WIT.

Schedule rute kunjungan kerja dan persiapan yang telah disepakat bersama ini, diantaranya adalah penetapan mesjid An’ Nur sebagai tempat sholat jumat berjamaah, makan siang bersama, kunjungan ke pasar desa Buli, kunjungan ke kantor PT.Pos Buli  dan yang terakhir kunjungan ke pabrik Smelter Feronikel, setelah itu Presiden Joko Widodo, melanjutkan kunker di Ambon Provinsi Maluku.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Timur, Haltim Anjas Taher, usai mengikuti rapat persiapan via meeting zoom diruang rapat bupati lantai II kantor Bupati.

Kepada wartawan Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher mengatakan, “Pemerintah Daerah Halmahera Timur, sangat mengapresiasi kepada Presiden Jokowi, karena baru pertama kali akan datang di Haltim, ini merupakan momentum yang baik buat Pemda Haltim untuk menyampaikan kepentingan pembangunan Daerah, tentu ketika Presiden Jokowi sudah ada di Haltim maka ada banyak hal yang akan disampaikan,” ungkapnya.

Lanjut Anjas, “Kemungkinan hari Jumat 16 September 2022 pukul 11.30 Wit, Presiden Jokowi sudah tiba di Haltim, maka secara langsung akan melihat kondisi wilayah Halmahera Timur, untuk itu, langka awal yang diambil Pemda saat ini, masih menunggu kordinasi dengan beberapa pihak terkait, setelah Presiden Jokowi sampai di Haltim akan Sholat Jumat bersama di Mesjid An-Nur Buli, selanjutnya menuju Pasar Buli serta Presiden akan menyerahkan bantuan melalui kantor Pos di Buli,” ungkapnya.

Anjas juga menambahkan, “Terkait proyek strategis Nasional di Haltim ini ada tiga hanya saja yang siap itu pabrik Smelter di PT Antam, sementara Konsorsium CBL itu belum, Sehingga yang belum itu akan diusulkan, karena ini momentum baik untuk kepentingan Daerah,” tutupnya.

Reporter : Saiful A