Resmi Dilantik, Bupati Halmahera Timur Sebut ICMI Sebagai Mitra Pembagunan Daerah
Dibuat tanggal: 2026-02-23 14:29:39
Halmahera Timur– Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Maluku Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag., M.Pd, secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus ICMI Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Halmahera Timur. Senin 23/02/26 bertempat diruang aula kantor bupati
Acara tersebut turut disaksikan langsung oleh Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub; Sekda Haltim, Ricky C.H. Richfat; Sekretaris ICMI Orwil Malut; Ketua dan Anggota DPRD Halmahera Timur,jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, serta organisasi kemasyarakatan.
dalam sambutannya Bupati Ubaid Yakub tumemberikan apresiasi tinggi atas pelantikan tersebut. Menurutnya, kehadiran ICMI di Halmahera Timur merupakan momentum krusial untuk mempererat sinergi antara kaum intelektual dan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan.
Di tengah gempuran era disrupsi teknologi yang kian masif, Bupati menekankan pentingnya menjaga identitas diri melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan akar budaya lokal.
“Di era disrupsi ini, nilai spiritualitas dan adat budaya tidak boleh goyah; keduanya harus menjadi jangkar yang kokoh bagi kita semua,” ujar Ubaid Yakub.
Bupati juga mengambil tamsil dari prosesi tarian tradisional yang ditampilkan dalam acara tersebut sebagai representasi keselarasan hidup, nilai-nilai yang terkandung dalam seni budaya tersebut adalah simbol kekuatan spiritual yang harus terus dirawat dan dikembangkan.
“Seperti tarian yang kita saksikan tadi, itu bukan sekadar gerak, melainkan simbol spiritualitas yang harus kita kembangkan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ungkapnya
Terpisah Ketua ICMI Maluku Utara Dr. Kasman menegaskan kembali khitah pendirian ICMI sejak tahun 1990 yang berpijak pada tiga pilar utama: wawasan keislaman, wawasan kecendekiawanan, dan wawasan kebangsaan.
“Islam, bangsa, dan cendekiawan adalah tiga elemen yang tidak terpisahkan dalam perjalanan ICMI. Inilah fondasi utama dalam membangun peradaban dan memperkuat kontribusi umat bagi bangsa dan negara,” tegas Dr. Kasman.
Beliau juga memaparkan konsep 5K yang menjadi poros gerakan ICMI, yaitu:
* Kualitas Iman dan Takwa.
* Kualitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).
* Kualitas Pikir.
* Kualitas Kerja.
* Kualitas Hidup.
Kelima prinsip ini dijabarkan ke dalam 19 program strategis, dengan fokus utama pada riset dasar dan pengembangan sebagai bentuk kontribusi nyata para intelektual terhadap daerah.
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah komitmen ICMI Maluku Utara dalam melestarikan identitas sejarah lokal. Dr. Kasman mengungkapkan bahwa ICMI Malut baru saja menuntaskan riset strategis mengenai empat kesultanan besar: Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.
Riset ini lahir dari kegelisahan terhadap minimnya literatur sejarah lokal yang ditulis dari sudut pandang masyarakat Maluku Utara sendiri. Selama ini, referensi sejarah lebih banyak didominasi oleh perspektif penulis Eropa.
“Kami melakukan riset secara serius, bahkan menelusuri arsip hingga ke Belanda, Portugis, dan Spanyol. Tujuannya agar generasi mendatang mendapatkan referensi sejarah yang utuh, murni, dan berimbang,” jelasnya.
Dirinya menambahkan Karya Monumental untuk Bangsa tersebut telah dituangkan dalam buku berjudul "Empat Kesultanan dan Peradaban Maluku Utara". Karya ini disebut sebagai warisan monumental ICMI bagi daerah.
"Rencananya, buku ini akan diserahkan kepada ICMI Pusat untuk didistribusikan ke Perpustakaan Nasional serta berbagai institusi pendidikan terkemuka di Indonesia.
Melalui pelantikan ICMI Orda Halmahera Timur ini, Dirinya berharap para pengurus baru mampu menjadi katalisator pembangunan daerah melalui penguatan ilmu pengetahuan, riset, serta pelestarian kebudayaan lokal di Maluku Utara.tandasnya
Acara tersebut turut disaksikan langsung oleh Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub; Sekda Haltim, Ricky C.H. Richfat; Sekretaris ICMI Orwil Malut; Ketua dan Anggota DPRD Halmahera Timur,jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, serta organisasi kemasyarakatan.
dalam sambutannya Bupati Ubaid Yakub tumemberikan apresiasi tinggi atas pelantikan tersebut. Menurutnya, kehadiran ICMI di Halmahera Timur merupakan momentum krusial untuk mempererat sinergi antara kaum intelektual dan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan.
Di tengah gempuran era disrupsi teknologi yang kian masif, Bupati menekankan pentingnya menjaga identitas diri melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan akar budaya lokal.
“Di era disrupsi ini, nilai spiritualitas dan adat budaya tidak boleh goyah; keduanya harus menjadi jangkar yang kokoh bagi kita semua,” ujar Ubaid Yakub.
Bupati juga mengambil tamsil dari prosesi tarian tradisional yang ditampilkan dalam acara tersebut sebagai representasi keselarasan hidup, nilai-nilai yang terkandung dalam seni budaya tersebut adalah simbol kekuatan spiritual yang harus terus dirawat dan dikembangkan.
“Seperti tarian yang kita saksikan tadi, itu bukan sekadar gerak, melainkan simbol spiritualitas yang harus kita kembangkan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ungkapnya
Terpisah Ketua ICMI Maluku Utara Dr. Kasman menegaskan kembali khitah pendirian ICMI sejak tahun 1990 yang berpijak pada tiga pilar utama: wawasan keislaman, wawasan kecendekiawanan, dan wawasan kebangsaan.
“Islam, bangsa, dan cendekiawan adalah tiga elemen yang tidak terpisahkan dalam perjalanan ICMI. Inilah fondasi utama dalam membangun peradaban dan memperkuat kontribusi umat bagi bangsa dan negara,” tegas Dr. Kasman.
Beliau juga memaparkan konsep 5K yang menjadi poros gerakan ICMI, yaitu:
* Kualitas Iman dan Takwa.
* Kualitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).
* Kualitas Pikir.
* Kualitas Kerja.
* Kualitas Hidup.
Kelima prinsip ini dijabarkan ke dalam 19 program strategis, dengan fokus utama pada riset dasar dan pengembangan sebagai bentuk kontribusi nyata para intelektual terhadap daerah.
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah komitmen ICMI Maluku Utara dalam melestarikan identitas sejarah lokal. Dr. Kasman mengungkapkan bahwa ICMI Malut baru saja menuntaskan riset strategis mengenai empat kesultanan besar: Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.
Riset ini lahir dari kegelisahan terhadap minimnya literatur sejarah lokal yang ditulis dari sudut pandang masyarakat Maluku Utara sendiri. Selama ini, referensi sejarah lebih banyak didominasi oleh perspektif penulis Eropa.
“Kami melakukan riset secara serius, bahkan menelusuri arsip hingga ke Belanda, Portugis, dan Spanyol. Tujuannya agar generasi mendatang mendapatkan referensi sejarah yang utuh, murni, dan berimbang,” jelasnya.
Dirinya menambahkan Karya Monumental untuk Bangsa tersebut telah dituangkan dalam buku berjudul "Empat Kesultanan dan Peradaban Maluku Utara". Karya ini disebut sebagai warisan monumental ICMI bagi daerah.
"Rencananya, buku ini akan diserahkan kepada ICMI Pusat untuk didistribusikan ke Perpustakaan Nasional serta berbagai institusi pendidikan terkemuka di Indonesia.
Melalui pelantikan ICMI Orda Halmahera Timur ini, Dirinya berharap para pengurus baru mampu menjadi katalisator pembangunan daerah melalui penguatan ilmu pengetahuan, riset, serta pelestarian kebudayaan lokal di Maluku Utara.tandasnya